follow

Sabtu, 28 Mei 2011

Siswa SMKN 7 Pekanbaru Kini Bisa Bikin Film

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Pekanbaru, Riau, pantas dibanggakan. Pasalnya, bukan saja karena indeks prestasi murid-murid sekolah itu relatif tinggi dibanding SMKN lainnya di Riau, tetapi juga karena prestasi pada umumnya murid sekolah itu mengagumkan. Prestasi terbaru yang membuat kalangan budayawan setempat ber-decak kagum karena

 pelajar sekolah itu kini sudah bisa membuat film pendek. Bahkan siswa di jurusan film animasi sekolah itu kini bisa membuat film animasi yang mengangkat kebudayaan lokal.
"Prestasi itu pantas dipuji karena saat ini amat jarang siswa setaraf SMA bisa memperlihatkan kemampuannya menghasilan karya yang membanggakan. Tapi, anak-anak di SMKN 7 Pekanbaru malah bisa bikin film animasi kebudayaan Melayu. Ini luar biasa," tutur seorang seniman di Pekanbaru. Kepala Sekolah SMKN 7 Pekanbaru, Muzailis, seperti dikutip Antara di Pekanbaru, Selasa lalu, mengatakan, selama ini film animasi yang dihasilkan sekolahnya untuk sementara masih berpatokan pada Jepangdan Amerika.
Oleh karena itu, sejak berdirinya SMKN 7 Pekanbaru setahun lalu, pihaknya bertekad untuk menghasilkan film animasi sendiri.
"Film animasi ini nantinya akan mengangkat budaya Melayu yangmerupakan kebudayaan lokal Riau dan rencananya bekerja sama dengan televisi lokal yang ada di Pekanbaru," tutur dia. Menurutnya, kebudayaan lokal perlu ditonjolkan untuk melestarikan budaya Melayu. Ia menambahkan,saat ini pihaknya tengah mempersiapkan segala sesuatunya baik dari sisi kemampuan siswa maupun guru.
Rencananya, SMKN 7 akan mengirimkan dua orang guru untuk belajar banyak tentang animasi ke Bandung. Tepatnya pada Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia (Ainaki). "Guru yang akan mengajarkan animasi tersebut juga mempunyai pendidikan minimum S-2 dan merupakan lulusan dari jurusan animasi," katanya.
Untuk peralatan penunjang, menurut Muzailis, akan dibantu oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang memberikan komputer yang mempunyai spesifikasi untuk pembuatan animasi.
"Kita memang ketinggalan dibanding negara lain. Bahkan dari Malaysia pun, kita jauh ketinggalan karena mereka sudah menghasilkan film animasi yakni Upin dan Ipin," tutur dia.
SMKN 7 Pekanbaru ini, menurutnya, merupakan satu-satunya sekolah di Sumatera yang mempunyai jurusan animasi. Oleh karena itu, ia berharap banyak dengan adanya jurusan animasi di sekolah ini agar bisa menghasilkan film animasi yang mengangkat budaya lokal.
Saat ini SMKN 7 Pekanbaru mempunyai 35 siswa yang belajar di bidang animasi. Muzailis menambahkan, bagi peminat jurusan animasi, mereka mempunyai prospek cerah untuk bekerja baik di periklanan maupun media.
Selain animasi, SMKN 7 Pekanbaru juga mempunyai jurusan lain yakni Teknik Komputer Jaringan, Multimedia dan Rekayasa Perangkat Lunak.
Beberapa seniman dan tokoh masyarakat Riau yang paham benar mengenai kebudayaan Melayu berharap, melalui film animasi SMKN 7 Pekanbaru, masyarakat awam akan bisa mendalami bagian-bagian dari kebudayaan Melayu yang kini makin kurang ditemui penduduk Riau, khususnya di Pekanbaru.
"Tarian Melayu sudah jarang didapati masyarakat Kota Pekanbaru. Begitu juga atraksi adat Melayu, makin kurang dilihat penduduk. Padahal, kebudayaan Melayu itu basisnya ada di Riau. Jadi, kita bisa berharap banyak dari film-film animasi kebudayaan Melayu yang dihasilkan anak-anak SMKN 7 Pekanbaru itu," ujar beberapa seniman lainnya.

Visi dan Misi SMKN 7 Pekanbaru

Visi dan Misi SMKN 7 Pekanbaru

Visi :
Terwujudnya SMKN 7 Pekanbaru sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan dibidang Teknik Informatika dan Komunikasi yang menghasilkan tamatan tingkat menengah yang terampil,mandiri,dan memiliki etos kerja yang tinggi serta mampu bersaing secara global

Misi :
1. Mewujudkan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan
2. Meningkatkan kompetensi tenaga kerja edukatif dan non edukatif
3. Meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan yang mengacu kepada standar kompetensi kerja nasional dan internasional
4. Menyiapkan tamatan yang mampu beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

CARA MENGEDIT GAMBAR ATAU IMAGE

CARA MENGEDIT GAMBAR ATAU IMAGE 

Gambar atau Image atau Photo, baik yang ada di komputer kita atau dari hasil download dari kamera atau dari suatu web/blog terkadang ukurannya terlalu besar atau terlalu lebar untuk bisa kita upload ke blog.Untuk itu kita mesti mengedit nya terlebih dulu.


Dalam hal mengedit gambar sebenarnya banyak sekali software yang tersedia.Tapi kali ini saya ingin membahas software yang ada di dalam office windows,karena secara default biasanya sudah terpasang software ini.

Dalam hal ini saya memakai : " Microsoft Office Picture Manager " cari saja di office windows . Atau cara lain : pergilah ke tempat folder tempat anda menyimpan gambar tadi .Lalu buka file gambar itu.Secara default ( Aslinya ) biasanya program gambar akan dibuka dengan " Microsoft Office Picture Manager ".

Untuk mengedit di " Microsoft Office Picture Manager " anda pilih tab "Edit picture "
lalu pilih " Crop " nah dengan pilihan crop, gambar anda tidak akan berubah kualitasnya , hanya diperkecil pada fokus gambar yang ingin kita "Shoot" tampilannya.

Namun Jika anda ingin software ini secara otomatis memperkecil gambar,maka anda pilih tab "Resize" atau " Compress Picture".Kedua fungsi itu akan secara otomatis memperkecil gambar saat anda menuliskan berapa persen yang anda ingin kecilkan.sayangnya dengan pilihan ini kualitas gambar akan "Ngeblur" atau jadi terlihat seperti samar-samar.

Sampai disini pekerjaan mengedit gambar anda telah selesai,klik save atau save as untuk menyimpan file itu.Beri nama file yang bisa mudah anda ingat.

MEMBUAT SEBUAH TULISAN MENJADI LINK

MEMBUAT SEBUAH TULISAN MENJADI LINK

Tentu sering sekali anda membaca sebuah postingan dengan banyak kata yang jika kita taruh kursor mouse kita di kata itu ,maka kata itu akan berubah warnanya.Dan jika kita klik kata itu,maka bisa melompat atau menuju ke sebuah halaman lain.
contohnya ini :
cara-membuat-link-di-postingan

Nah kata-kata itu oleh si pemilik blog telah diberikan tautan khusus atau LINK yang memang disengaja agar pembaca blog bisa melihat halaman lain yang dianggap penting,atau berkaitan dengan judul sebuah postingan.

Lalu bagaimana caranya agar bisa seperti itu ??
Untuk membuat sebuah kata atau lebih menjadi sebuah " Link " sbb :


  • Pastikan tab posting berada di tab "Tulis" atau "Compose" yang letaknya di pojok kanan atas persis di kotak posting.

  • Blok (Tekan kursor dan tahan ) pada kata yang akan anda buat link

  • Setelah di blok... lalu lepas kan klik anda
  • Lalu arahkan ke atas kotak posting,cari tab gambar "Tautan" atau "Link"
  • Klik tanda "tautan"itu

  • Akan muncul kotak yang akan anda isikan URL link
  • Tuliskan atau Copi paste link yang anda tuju , lalu klik OK
  • Selesai
Untuk mendapatkan link judul sebuah postingan, anda bisa meng klik kanan judul postingan itu, lalu pilih "Salin lokasi Tautan" atau " copy link location" (lihat pada gambar bawah)



Demikianlah cara membuat sebuah LINK yang dapat di klik untuk menuju sebuah alamat blog atau situs

SOFTBALL

Pengertian Softball
Softball adalah olahraga yang paling digemari anak-anak sekolah, terutama para pelajar dan mahasiswa. Biasanya mereka menggunakan seragam sekolah yang menarik, disertai teriakan istilah-istdah asing ketika bermain. Olahraga ini di Indonesia, mirip dengan permainan bola kasti. Namun demikian permainan Softball benar-benar membutuhkan ketangkasan dan kecerdikan, karena hal ini sangat berpengaruh kepada pemain. Permainan ini dilakukan secara beregu, oleh semua lapisan pria dan wanita.
Olahraga softball lahir di Amerika Serikat yang diciptakan oleh George Hancoe tahun 1887 di Kota Chicago. Semula, permainan ini hanya sebagai rekreasi dan dimainkan dalam ruangan tertutup. Daya tank utama adalah karena permainan mi dapal dimainkan oleh semua tisia, baik pria maupun wanita Lain clan Amerika berkembang ke Canada dan dan sanalah berkembang ke seluruh penjuru dunia.

Porkembangan selanjutnya terbentuklah Fcderasi Softball Int rnasional dan lahir pula peraturan-peraturan permainan ini. Terutama untuk pertandingan antarnegara. Untuk pertemuan ini biasanya diawali dengan kejuaraan nasional dan regional di belahan negara peserta.
2. Lapangan dan Perlengkapan Permainan Softball
Lapangan permainan softball berbentuk segi empat dengan panjang sisi-sisinya 16,76 meter. Jarak dari pelempar {pitcher plate) ke home base adalah 13,07 meter. Ukuran tempat pitcher plate adalah 60 X 15 cm.


Bola

Sofbol menggunakan bola berwarna putih atau kuning dengan benang grip berwarna merah, yang sebelumnya berwarna putih dengan grip putih, Bola softball berukuran keliling 30,5 cm. Bola terbuat dari kulit berwarna putih dengan berat 190 gram, keliling bola sekitar 30 cm. Stick terbuat dari kayu sepanjang 40 cm. Hal ini sesuai dengan peraturan (PERBASASI). Tiap-tiap regu menggunakan seragam menurut daerah masing-masing.


sarung tangan
Sarung tangan (glove) dikenakan oleh seluruh pemain bertahan untuk menangkap bola, sementara first baseman dan catcher mengenakan mitt (glove mempunyai jari, sedangkan mitt tidak).




Pemukul

Tongkat pemukul (bat) yang digunakan dalam pertandingan resmi adalah bat khusus yang diperuntukkan untuk sofbol.

Pemukul biasanya terbuat dari aluminium dengan ukuran panjang 86,4 cm









Dalam permainan softball masing-masing regu dengan 9 pemain. Lapangan permainan dilengkapi dengan 4 base atau home plate. Home plate I, II dan III terdapat di pojok lapangan. Sedangkan home plate IV adalah tempat memukul bola. Base berukuran 38 X 38 cm dengan tebal 5 sampai 12,5 cm. Sedangkan home base IV atau home plate berukuran 43 X 22 cm.


Peraturan Permainan Softball
Pemain
Peraturan yang penting untuk diperhatikan pemain sebagai berikut:
1) Satu regu tertliri dari 9 orang pemain.
2) Pergantian pemain harus memberitahukan kepada umptre/wasit.
:main yang sudah diganti tidak boleh bermain lagi.
Permainan
. Peraturan untuk pemain sebagai berikut: 1) Untuk menentukan siap yang menjadi partai penjaga (home-teami'HT) dan
siapa partai pemukul {visiting-team/VT) harus dilakukan undian/toss dengan
uang logam. 2} Permainan dilakukan dalam 7 inning. Untuk pertandingan antarsekolah dapat
dibatasi dengan waktu 11/2 jam, tetapi dengan catatan sesudah mencapai
inning penuh (perjanjian setempat).
3) Apabila suatu regu tidak datang di lapangan pada waktu bertanding, regu te Jinyatakan kalah dan regu yang menang dapat nilai 7-0.
4) NfflPTHjfK dihitung bila terjadi bersamaan dengan terjadinya out yang ke-3 di first-base atau dikatuk di tempat lain (sebelum mencapai base).

Batter dinyatakan mati

Peraturan untuk batter sebagai berikut: 5) Infield-fly rule (pukulannya melambung tinggi
1) Pada pukulan ke-2 langsung ditangkap dan jatuh di sekitar lapangan segi empat/ catcher. diamond, dimana ada pelari di first atau first
2) First-base telah dibakar sebelum baiter men- dan second atau first, second dan third bases capainya. sebelum 2 oats).
3) Terjadi bund-foul pada pukulan ke-3. 6> Dikatuk sebelum mencapai base pertama.
4) Foul-ball yang tertangkap langsung. 7> Fty-ba//yang tertangkap langsung oleh fie/der.




Mendapat nilai / angka

Peraturan tentang nilai sebagai berikut:
1) Sefiap pemain {hatter) yang borhasil kembali ke home dengan selamat dan melalui jalan yang benar, baik atas pukulannya sendiri atau karena pukulan orang lain mcndapat nilai satu
2) Dalam permainan Softball pemain jaga dapat dibedakan menjadi dua yaitu: Iniielders dan outfielders. Yang disebut infielders ialah left fielders, center fielders, dan right fielders. Posisi jaga mercka di luar lapangan segi-empat.

4. Teknik Dasar Permainan Softball

Teknik dasar yang harus dikuasai oleh seorang pemain softball ialah melempar, menangkap, memukul bola, lari mengelilingi lapangan (base running), sliding, dan tanging. Teknik bermain softball tersebut akan diuraikan satu-persatu berikut ini.
a. Cara memegang bola
Cara memegang bola bermacam-macam tergantung dari ukuran tangan (jari-jari) pemain (pelempar). Jika tangan pemain tersebut besar dan berjari panjang, dia dapat mempergunakan pegangan dengan dua jari (seperti gambar A dan B). Sebaliknya bila tangannya kecil dan jarinya pendek-pendek, dia dapat mempergunakan pegangan tiga jari atau empat jari. Pegangan semacam ini biasanya digunakan oleh pemain putri (gambar C). Antara jari yang satu dengan jari yang lain dipakai untuk memegang bola harus direnggangkan agar dapat mengontrol jalannya bola dan memperoleh kekuatan lemparan.



b. Menangkap dan melempar bola
1) Teknik melempar bola
a) Teknik lemparan dengan ayunan atas {overhand throw)
b) Teknik lemparan dengan ayunan samping (side arm throw)
c) Teknik lemparan bawah (underhand throw)
d) Teknik lemparan dengan lecutan tangan




2) Teknik menangkap bola

a) Teknik menangkap bola yang bergulir di tanah (ground-ball)
b) Teknik menangkap bola yang melambung (fly-bait)
c) Teknik menangkap bola lurus (straight-ball)


3) Teknik pemain pitcher

Pitcher adalah seorang fielder yang bertugas melambung bola. Di dalam permainan softball, pitcher merupakan salah satu posisi yang sangat sukar. Seorang pitcher tidak hanya dituntut oleh tugas-tugas yang banyak memeras tenaga saja, akan tetapi juga selalu menggunakan pikirannya dalam menghadapi situasi permainan, baik situasi bertahan maupun menyerang.




) Teknik pemain catcher
Catcher adalah pemain jaga yang posisinya berada di belakang home plate. Dia bertugas menang-kap bola yang dilemparkan^?Yc^r ke arah pemukul. Terutama bila bola tersebut tidak dipukul atau gagal dipukul atau terjadi foul strike. Bola-bola semacam itu harus dia kuasai dengan baik dan secara langsung, terutama bila ada pelari-pelari di base. Hal ini untuk mencegah jangan sampai pelari-pelari tersebut dapat maju ke base berikutnya dengan mudah.
Teknik gerakan catcher se¬perti terlihat pada gambar berikut ini.





5) Teknik memukul bola (batting)
Memukul dalam permainan softball ada dua macam, yaitu:
(1) Memukul bola dengan ayunan penuh {swing)
(2) Memukul bola tanpa ayunan (bunting)
Kedua cara tersebut sama-sama mempunyai kelemahan dan kelebihannya. Mengenai kapan atau saat apa teknik-teknik tersebut dipergunakan untuk menyerang lawan, hal itu tergantung dari situasi dan kondisi pada waktu itu.





Tujuan memukul dalam permainan Softball sebagai berikut:
(1) Mencapai base di depannya dengan selamat.
(2) Menciptakan nilai.
(3) Memajukan pelari di depannya.
Di dalam memukul bola, ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh seorang pemain, yaitu:
(1) Grip atau cara memegang bat.
(2) Stance atau cara berdirinya.
(3) Stride atau cara menggeserkan/melangkahkan kaki depan.
(4) Swing atau cara mengayunkan bat.
(5) Follow-through atau gerak lanjutan si pemukul (batter).
6) Teknik sliding
Teknik sliding adalah cara untuk mencapai base dengan meluncurkan badan. Dalam melakukan teknik ini, pelari tidak boleh mengurangi kecepatan larinya. Penggunaan teknik sliding sebenarnya mempunyai dua tujuan:
(a) Untuk mengurangi lajunya lari ke arah base tanpa kehilangan tempo larinya dari base satu ke base berikutnya dan dapat berhenti tepat di base-nyz..
(b) Untuk menghindarkan sentuhan (katukan) bola oleh lawan, sehingga dapat mencapai base-nyz dengan selamat.
Macam-macam teknik sliding, yaitu:
1) Teknik sliding lurus (Straight leg slide)
2) Teknik sliding mengait (Hook slide)
3) Teknik sliding dengan kepala lebih dulu (Head first slide)















makalah
Tugas penjas



Tentang:softball

Nama:fitry yuliani
Klas:x animasi

INDONESIA MASA DEMOKRASI LIBERAL (1950-1959)

A. KABINET MASA DEMOKRASI LIBERAL
a. KABINET NATSIR (6 September 1950 - 21 Maret 1951)
Merupakan kabinet koalisi yang dipimpin oleh partai Masyumi.
Dipimpin Oleh : Muhammad Natsir
Program :
1. Menggiatkan usaha keamanan dan ketentraman.
2. Mencapai konsolidasi dan menyempurnakan susunan pemerintahan.
3. Menyempurnakan organisasi Angkatan Perang.
4. Mengembangkan dan memperkuat ekonomi rakyat.
5. Memperjuangkan penyelesaian masalah Irian Barat.
Hasil :
Berlangsung perundingan antara Indonesia-Belanda untuk pertama kalinya mengenai masalah Irian Barat.
Kendala/ Masalah yang dihadapi :
- Upaya memperjuangkan masalah Irian Barat dengan Belanda mengalami jalan buntu (kegagalan).
- Timbul masalah keamanan dalam negeri yaitu terjadi pemberontakan hampir di seluruh wilayah Indonesia, seperti Gerakan DI/TII, Gerakan Andi Azis, Gerakan APRA, Gerakan RMS.
Berakhirnya kekuasaan kabinet :
Adanya mosi tidak percaya dari PNI menyangkut pencabutan Peraturan Pemerintah mengenai DPRD dan DPRDS. PNI menganggap peraturan pemerintah No. 39 th 1950 mengenai DPRD terlalu menguntungkan Masyumi. Mosi tersebut disetujui parlemen sehingga Natsir harus mengembalikan mandatnya kepada Presiden

b. KABINET SUKIMAN (27 April 1951 – 3 April 1952)
Merupakan kabinet koalisi antara Masyumi dan PNI.
Dipimpin Oleh: Sukiman Wiryosanjoyo
Program :
1. Menjamin keamanan dan ketentraman
2. Mengusahakan kemakmuran rakyat dan memperbaharui hukum agraria agar sesuai dengan kepentingan petani.
3. Mempercepat persiapan pemilihan umum.
4. Menjalankan politik luar negeri secara bebas aktif serta memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah RI secepatnya.
Hasil :
Tidak terlalu berarti sebab programnya melanjtkan program Natsir hanya saja terjadi perubahan skala prioritas dalam pelaksanaan programnya, seperti awalnya program Menggiatkan usaha keamanan dan ketentraman selanjutnya diprioritaskan untuk menjamin keamanan dan ketentraman
Kendala/ Masalah yang dihadapi :
• Adanya Pertukaran Nota Keuangan antara Mentri Luar Negeri Indonesia Soebardjo dengan Duta Besar Amerika Serikat Merle Cochran. Mengenai pemberian bantuan ekonomi dan militer dari pemerintah Amerika kepada Indonesia berdasarkan ikatan Mutual Security Act (MSA). Dimana dalam MSA terdapat pembatasan kebebasan politik luar negeri RI karena RI diwajibkan memperhatiakan kepentingan Amerika.
Tindakan Sukiman tersebut dipandang telah melanggar politik luar negara Indonesia yang bebas aktif karena lebih condong ke blok barat bahkan dinilai telah memasukkan Indonesia ke dalam blok barat.
• Adanya krisis moral yang ditandai dengan munculnya korupsi yang terjadi pada setiap lembaga pemerintahan dan kegemaran akan barang-barang mewah.
• Masalah Irian barat belum juga teratasi.
• Hubungan Sukiman dengan militer kurang baik tampak dengan kurang tegasnya tindakan pemerintah menghadapi pemberontakan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan.
Berakhirnya kekuasaan kabinet :
Muncul pertentangan dari Masyumi dan PNI atas tindakan Sukiman sehingga mereka menarik dukungannya pada kabinet tersebut. DPR akhirnya menggugat Sukiman dan terpaksa Sukiman harus mengembalikan mandatnya kepada presiden.

c. KABINET WILOPO (3 April 1952 – 3 Juni 1953)
Kabinet ini merupakan zaken kabinet yaitu kabinet yang terdiri dari para pakar yang ahli dalam biangnya.
Dipimpin Oleh : Mr. Wilopo
Program :
1. Program dalam negeri : Menyelenggarakan pemilihan umum (konstituante, DPR, dan DPRD), meningkatkan kemakmuran rakyat, meningkatkan pendidikan rakyat, dan pemulihan keamanan.
2. Program luar negeri : Penyelesaian masalah hubungan Indonesia-Belanda, Pengembalian Irian Barat ke pangkuan Indonesia, serta menjalankan politik luar negeri yang bebas-aktif.
Hasil : -
Kendala/ Masalah yang dihadapi :
 Adanya kondisi krisis ekonomi yang disebabkan karena jatuhnya harga barang-barang eksport Indonesia sementara kebutuhan impor terus meningkat.
 Terjadi defisit kas negara karena penerimaan negara yang berkurang banyak terlebih setelah terjadi penurunana hasil panen sehingga membutuhkan biaya besar untuk mengimport beras.
 Munculnya gerakan sparatisme dan sikap provinsialisme yang mengancam keutuhan bangsa. Semua itu disebabkan karena rasa ketidakpuasan akibat alokasi dana dari pusat ke daerah yang tidak seimbang.
 Terjadi peristiwa 17 Oktober 1952. Merupakan upaya pemerintah untuk menempatkan TNI sebagai alat sipil sehingga muncul sikap tidak senang dikalangan partai politik sebab dipandang akan membahayakan kedudukannya. Peristiwa ini diperkuat dengan munculnya masalah intern dalam TNI sendiri yang berhubungan dengan kebijakan KSAD A.H Nasution yang ditentang oleh Kolonel Bambang Supeno sehingga ia mengirim petisi mengenai penggantian KSAD kepada menteri pertahanan yang dikirim ke seksi pertahanan parlemen sehingga menimbulkan perdebatan dalam parlemen. Konflik semakin diperparah dengan adanya surat yang menjelekkan kebijakan Kolonel Gatot Subroto dalam memulihkan keamanana di Sulawesi Selatan.
Keadaan ini menyebabkan muncul demonstrasi di berbagai daerah menuntut dibubarkannya parlemen. Sementara itu TNI-AD yang dipimpin Nasution menghadap presiden dan menyarankan agar parlemen dibubarkan. Tetapi saran tersebut ditolak.
Muncullah mosi tidak percaya dan menuntut diadakan reformasi dan reorganisasi angkatan perang dan mengecam kebijakan KSAD.
Inti peristiwa ini adalah gerakan sejumlah perwira angkatan darat guna menekan Sukarno agar membubarkan kabinet.
 Munculnya peristiwa Tanjung Morawa mengenai persoalan tanah perkebunan di Sumatera Timur (Deli). Sesuai dengan perjanjian KMB pemerintah mengizinkan pengusaha asing untuk kembali ke Indonesia dan memiliki tanah-tanah perkebunan. Tanah perkebunan di Deli yang telah ditinggalkan pemiliknya selama masa Jepang telah digarap oleh para petani di Sumatera Utara dan dianggap miliknya. Sehingga pada tanggal 16 Maret 1953 muncullah aksi kekerasan untuk mengusir para petani liar Indonesia yang dianggap telah mengerjakan tanah tanpa izin tersebut. Para petani tidak mau pergi sebab telah dihasut oleh PKI. Akibatnya terjadi bentrokan senjata dan beberapa petani terbunuh.
Intinya peristiwa Tanjung Morawa merupakan peristiwa bentrokan antara aparat kepolisian dengan para petani liar mengenai persoalan tanah perkebunan di Sumatera Timur (Deli).
Berakhirnya kekuasaan kabinet :
Akibat peristiwa Tanjung Morawa muncullah mosi tidak percaya dari Serikat Tani Indonesia terhadap kabinet Wilopo. Sehingga Wilopo harus mengembalikan mandatnya pada presiden.

d. KABINET ALI SASTROAMIJOYO I (31 Juli 1953 – 12 Agustus 1955)
Kabinet ini merupakan koalisi antara PNI dan NU.
Dipimpin Oleh : Mr. Ali Sastroamijoyo
Program :
1. Meningkatkan keamanan dan kemakmuran serta segera menyelenggarakan Pemilu.
2. Pembebasan Irian Barat secepatnya.
3. Pelaksanaan politik bebas-aktif dan peninjauan kembali persetujuan KMB.
4. Penyelesaian Pertikaian politik


Hasil :
• Persiapan Pemilihan Umum untuk memilih anggota parlemen yang akan diselenggarakan pada 29 September 1955.
• Menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika tahun 1955.
Kendala/ Masalah yang dihadapi :
 Menghadapi masalah keamanan di daerah yang belum juga dapat terselesaikan, seperti DI/TII di Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Aceh.
 Terjadi peristiwa 27 Juni 1955 suatu peristiwa yang menunjukkan adanya kemelut dalam tubuh TNI-AD. Masalah TNI –AD yang merupakan kelanjutan dari Peristiwa 17 Oktober 1952. Bambang Sugeng sebagai Kepala Staf AD mengajukan permohonan berhenti dan disetujui oleh kabinet. Sebagai gantinya mentri pertahanan menunjuk Kolonel Bambang Utoyo tetapi panglima AD menolak pemimpin baru tersebut karena proses pengangkatannya dianggap tidak menghiraukan norma-norma yang berlaku di lingkungan TNI-AD. Bahkan ketika terjadi upacara pelantikan pada 27 Juni 1955 tidak seorangpun panglima tinggi yang hadir meskipun mereka berada di Jakarta. Wakil KSAD-pun menolak melakukan serah terima dengan KSAD baru.
 Keadaan ekonomi yang semakin memburuk, maraknya korupsi, dan inflasi yang menunjukkan gejala membahayakan.
 Memudarnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah.
 Munculnya konflik antara PNI dan NU yang menyebabkkan, NU memutuskan untuk menarik kembali menteri-mentrinya pada tanggal 20 Juli 1955 yang diikuti oleh partai lainnya.
Berakhirnya kekuasaan kabinet :
Nu menarik dukungan dan menterinya dari kabinet sehingga keretakan dalam kabinetnya inilah yang memaksa Ali harus mengembalikan mandatnya pada presiden.


e. KABINET BURHANUDDIN HARAHAP (12 Agustus 1955 – 3 Maret 1956)
Dipimpin Oleh : Burhanuddin Harahap
Program :
1. Mengembalikan kewibawaan pemerintah, yaitu mengembalikan kepercayaan Angkatan Darat dan masyarakat kepada pemerintah.
2. Melaksanakan pemilihan umum menurut rencana yang sudah ditetapkan dan mempercepat terbentuknya parlemen baru
3. Masalah desentralisasi, inflasi, pemberantasan korupsi
4. Perjuangan pengembalian Irian Barat
5. Politik Kerjasama Asia-Afrika berdasarkan politik luar negeri bebas aktif.
Hasil :
 Penyelenggaraan pemilu pertama yang demokratis pada 29 September 1955 (memilih anggota DPR) dan 15 Desember 1955 (memilih konstituante). Terdapat 70 partai politik yang mendaftar tetapi hanya 27 partai yang lolos seleksi. Menghasilkan 4 partai politik besar yang memperoleh suara terbanyak, yaitu PNI, NU, Masyumi, dan PKI.
 Perjuangan Diplomasi Menyelesaikan masalah Irian Barat dengan pembubaran Uni Indonesia-Belanda.
 Pemberantasan korupsi dengan menangkap para pejabat tinggi yang dilakukan oleh polisi militer.
 Terbinanya hubungan antara Angkatan Darat dengan Kabinet Burhanuddin.
 Menyelesaikan masalah peristiwa 27 Juni 1955 dengan mengangkat Kolonel AH Nasution sebagai Staf Angkatan Darat pada 28 Oktober 1955.
Kendala/ Masalah yang dihadapi :
Banyaknya mutasi dalam lingkungan pemerintahan dianggap menimbulkan ketidaktenangan.
Berakhirnya kekuasaan kabinet :
Dengan berakhirnya pemilu maka tugas kabinet Burhanuddin dianggap selesai. Pemilu tidak menghasilkan dukungan yang cukup terhadap kabinet sehingga kabinetpun jatuh. Akan dibentuk kabinet baru yang harus bertanggungjawab pada parlemen yang baru pula.

SMK Negeri 7 Pekanbaru Meraih Juara II dalam LKS Bidang Animasi dan Graphic Design

SMKN 7 PEKANBARU MERAIH JUARA  
Sunday, 13 March 2011 16:24
Peserta LombaSiswa SMK Negeri 7 Pekanbaru berhasil memperoleh Juara II dalam Lomba Kompetensi Siswa bidang Animasi dan Graphic Design Tingkat SMK se-Pekanbaru. Rangkain Lomba yang ini terdiri dari 19 bidang lomba dan diadakan di SMK-SMK Negeri se Kota Pekanbaru
SMK Negeri 7 Pekanbaru hanya berpartisipasi dalam 6 bidang lomba dan meraih juara di dua bidang, yaitu Animasi yang diwakili oleh Aldino dan Graphic Design yang diwakili oleh Amelia Pratiwi.TSedangkan 4 bidang lagi belum berhasil meraih tempat. Semoga tahun depan kami berhasil mendapat gelar juara. Amin.